Setelah nabi adam dan dewi hawa bertemu dibumi, mereka berketurunan. Dan di setiap kali kelahiran pasti kembar dampit(laki-laki dan perempuan) mereka akan dinikahkan dengan saudaranya yang bukan kembar dampitnya.
Habil dinikahkan dengan iklima yang mana ia adalah saudara kembar dampit dari qabil, sementara itu qabil dinikahkan dengan saudara kembar dampit dari habil. Qabil tidak setuju dengan pernikahan tersebut, lantaran saudara kembar dampit dari qabil lebih cantik dari pada saudara kembar dampit dari habil. Ia pun merasa dirugikan dan memaksa untuk menikahi saudara kembar dampitnya sendiri.
Dari situ syaitan mengambil kesempatan untuk mengoda anak adam, qabil pun dibisiki untuk membunuh habil. Lantaran pada saat itu pola pemikiran manusia masih sangat sederhana, qabil pun binggung mencari cara untuk membunuh habil. Sekali lagi syaitan memberikan ajaran kesesatan pada qabil, dengan menjelma menjadi burung gagak yang sedang bertengkar dengan burung yang lainya, dan membunuh burung yang lain dengan batu lalu menguburnya. Dari situ qabil mempunyai cara untuk membunuh habil dengan melakukan perbuatan seperti burung gagak yang dilihatnya.
Nabi adam pun murka mengetahui tidakan qabil yang membunuh saudaranya sendiri, dan mengusir qabil untuk turun kelereng menjauh dari golongan yang tidak berbuat dholim.
Habil dinikahkan dengan iklima yang mana ia adalah saudara kembar dampit dari qabil, sementara itu qabil dinikahkan dengan saudara kembar dampit dari habil. Qabil tidak setuju dengan pernikahan tersebut, lantaran saudara kembar dampit dari qabil lebih cantik dari pada saudara kembar dampit dari habil. Ia pun merasa dirugikan dan memaksa untuk menikahi saudara kembar dampitnya sendiri.
Dari situ syaitan mengambil kesempatan untuk mengoda anak adam, qabil pun dibisiki untuk membunuh habil. Lantaran pada saat itu pola pemikiran manusia masih sangat sederhana, qabil pun binggung mencari cara untuk membunuh habil. Sekali lagi syaitan memberikan ajaran kesesatan pada qabil, dengan menjelma menjadi burung gagak yang sedang bertengkar dengan burung yang lainya, dan membunuh burung yang lain dengan batu lalu menguburnya. Dari situ qabil mempunyai cara untuk membunuh habil dengan melakukan perbuatan seperti burung gagak yang dilihatnya.
Nabi adam pun murka mengetahui tidakan qabil yang membunuh saudaranya sendiri, dan mengusir qabil untuk turun kelereng menjauh dari golongan yang tidak berbuat dholim.